Rabu, 24 April 2013

Sembilan Tipe Kecerdasan Manusia


Setiap manusia itu diciptakan Allah dengan segala kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lain. Salah satu kelebihan tersebut adalah manusia memiliki akal dan kecerdasan guna bertahan hidup. Dengan kecerdasan ini manusia dapat melakukan berbagai hal dan menghasilkan kreatifitas. Berikut ini informasi mengenai 9 tipe kecerdasan utama yang dimiliki oleh manusia.
1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan linguistik merupakan salah satu tipe kecerdasan utama yang dimiliki oleh manusia dalam hal mengolah kata-kata secara efektif, baik bicara maupun menulis. Profesi yang sesuai untuk orang yang memiliki kecerdasan linguistik yang menonjol antara lain jurnalis, penyair, dan pengacara.

2. Kecerdasan Matematis-Logis
Kecerdasan matematis-logis yaitu salah satu kecerdasan utama yang dimiliki oleh manusia dalam hal angka dan logika. Profesi yang cocok untuk Anda yang memiliki kecerdasan matematis-logis menonjol ialah ilmuan, akuntan, dam progammer.

3. Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan visual-spasial merupakan salah satu tipe kecerdasan utama yang dimiliki oleh manusia yang mencakup berpikir dalam gambar dan mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam aspek visual. Profesi yang cenderung memiliki kecerdasan visual-spasial menonjol ialah arsitek, fotografer, designer, pilot, dan insinyur.

4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Kecerdasan kinestetik-jasmani ialah salah satu jenis kecerdasan utama yang dimiliki oleh manusia dalam hal penggunaan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Profesi yang tepat untuk Anda yang cenderung memiliki kecerdasan kinestetik-jasmani yang menonjol ialah atlet, pengrajin, montir, penjahit, dan perakit model.

5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal merupakan salah satu kecerdasan utama yang dimiliki manusia untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk musik dan suara. Profesi yang cenderung didominasi oleh orang yang memiliki kecerdasan musikal ialah konduktor, pencipta lagu, dan penyanyi.
6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal merupakan salah satu kecerdasan utama yang dimiliki oleh manusia untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, dan temperamen orang lain. Profesi yang sesuai untuk orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang menonjol ialah networker, negotiator, dan guru.

7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal yaitu salah satu kecerdasan yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk manusia berupa pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan bertindak secara adaptif berdasar pengetahuan diri. Profesi yang cenderung membutuhkan kecerdasan intrapersonal ialah konselor dan teolog.

8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis merupakan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia dalam hal memahami dan menikmati alam serta menggunakannya secara produktif dan mengembangkan pengetahuan lam. Profesi yang tepat untuk orang yang memiliki kecenderungan terhadap kecerdasan naturalis ialah petani, nelayan, pendaki, dan pemburu.

9. Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan eksistensial merupakan salah satu tipe kecerdasan yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk manusia dalam hal menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Profesi yang sesuai untuk orang yang didominasi oleh kecerdasan eksistensial ialah filsuf dan teolog.

Itulah informasi mengenai sembilan tipe kecerdasan utama yang dimiliki oleh manusia. Sungguh Tuhan Maha Kuasa atas segala ciptaannya. Semoga dengan mengetahui informasi ini kita akan lebih bersyukur diciptakan sebagai manusia (19.19).

Selasa, 23 April 2013

Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Siswi YPKK Kalasan Sleman



Berita heboh berkaitan dengan pembakaran siswi smk YPKK di Sleman (Kedaulatan Rakyat, 17 April 2013) menggegerkan publik Yogya. Pasalnya, kota pelajar yang terkenal adem ayem ini tiba-tiba saja muncul kasus pembunuhan sadis  yang sangat tidak berperikemanusiaan. Bayangkan saja seorang siswi yang masih remaja diperkosa beramai-ramai, dibunuh dan mayatnya dibakar. Sungguh ini menyentil hati nurani kita. Bahkan, kita sebagai warga Yogya rasanya sangat sulit menerima kenyataan ini. Bagaimana mungkin kejadian ini bisa terjadi di kota yang mendapatkan julukan kota pelajar? Kota tercinta yang menjadi tujuan belajar dari berbagai provinsi? Mengapa hal ini dapat terjadi? Sungguh sangat disayangkan.
Apapun alasan yang diungkapkan oleh para pelaku pembunuhan ini, tetap tidak dapat dibenarkan. Penghilangan nyawa seseorang dengan motif apapun termasuk tindakan kriminal yang melanggar hukum. Para pelaku bahkan dapat dikenai pasal berlapis terhadap tindakan yang dilakukan, yaitu pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran jenazah. Seperti yang diberitakan di media massa bahwa pelaku masih berusia 17 tahun. Usia remaja yang masih sangat labil dan penuh emosi. Remaja seusia ini apabila tidak mendapatkan bimbingan yang baik sekaligus kurang memiliki ruang berkreasi biasanya cenderung melampiaskan ke hal-hal negatif. Salah satu tindakan yang dilakukan oleh para pelaku ini adalah mengkonsumsi miras. Miras ini menyebabkan adrenalin dalam darahn meningkat sehingga terpacu untuk melakukan hal-hal di luar batas kendali dan di luar batas kewajaran.
Selain kejadian tersebut, ada satu hal yang menarik dalam kasus ini. Tindakan yang dilakukan oleh dua tersangka remaja ini diotaki oleh ayah salah satu tersangka sendiri. Berdasarkan pengakuan tersangka (Kedaulatan Rakyat, 23 April 2013) tindakan kejahatan ini sudah direncanakan sebelumnya oleh sang ayah yang terkenal sebagai orang pandai. Bahkan, sang ayah ikut beramai-ramai memperkosa sang korban. Gila!!! Hal ini mencerminkan betapa bobroknya nilai-nilai moral yang ada di masyarakat. Seorang ayah yang seharusnya memberikan suri tauladan kepada anaknya, membimbing, mengayomi, memberikan arahan ternyata malah mendukung bahkan meminta sang anak melakukan tindakan kriminal. Ini sungguh di luar norma-norma yang berlaku.
Tentu masyarakat akan terus mengawal kasus ini hingga selesai. Masyarakat pada umumnya mengharapkan penyidik kepolisian dapat segera bertindak tegas dan mengambil tindakan nyata guna menyelesaikan konflik yang membakar emosi ini. Dukungan dari berbgai pihak baik dari keluarga korban, sekolah, kepolisian, dan masyarakat pada umumnya sangat diperlukan guna menuntaskan kasus ini. Tidak lain, kasus ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama. Apa sekiranya yang perlu diperbaiki dalam tatanan kemasyarakatan kita? Apakah pendidikan karakter perlu kembali ditekankan dalam pembelajaran? Apa yang salah dalam sistem pengajaran moral di sekolah dan di rumah? Tampaknya hati nurani kita sendiri yang harus menjawab semua pertanyaan ini (00.47)


Tips Mengatasi Keputihan Pada Wanita


Hai cewek-cewek manis,,,, BT gara-gara kena keputihan  atau udah mencoba berbagai cara tapi keputihannya gak mau pergi juga? Tenang, sekarang Ridan mau ngebagi tips buat kamu yang punya masalah dengan keputihan.
  1. Kamu harus memastikan organ intim kamu dibersihkan dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina.
  2. Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab, usahakan cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada salahnya kalo kamu membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga manakala perlu menggantinya.
  3. Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti katun. Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar organ intim panas dan lembab.
  4. Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-jeans agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.
  5. Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut. gunakan panty liner disaat perlu saja. Jangan terlalu lama. Misalkan saat bepergian ke luar rumah dan lepaskan sekembalinya  dirumah. Semoga bermanfaat ya.

Polsek Playen Gunung Kidul Perhatikan Pendapat Publik

Akhir Desember 2012

Dalam perjalanan pulang ke Wonosari, ketika sampai di  daerah Bunder (Hutan Wanagama), saya jadi merinding. Bukan karena hutan tersebut terkenal angker atau banyaknya kecelakaan yang pernah terjadi (mengingat jalanan berkelok dan bergelombang) tetapi karena pamflet-pamflet yang terpasang. Pamflet tersebut berisi peringatan untuk berhati-hati dengan beberapa kalimat peringatan. Mirisnya, dalam pamflet tersebut juga disertai gambar-gambar yang mengerikan seperti pengendara motor yang  akan bertabrakan dengan mobil dan wanita yang tergeletak di jalan berlumuran darah setelah kecelakaan (terkesan sangat mengerikan dan ekstrim).  Pada bagian bawah pamflet juga disebutkan instansi yang mengeluarkan pamflet tersebut.  Jujur saya sangat mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan pihak kepolisian untuk mengingatkan masyarakat agar behati-hati dan terhindar dari bahaya kecelakaan lalu lintas. Pemilihan media sebenarnya sudah cukup bagus, hanya saja perlu kiranya pertimbangan etis dalam menampilkan foto rujukan yang tepat.  Harapannya selain pesan tersampaikan, pengguna yang melewati jalan tersebut juga tidak lagi merasa ngeri
Maret 2013
Tamppaknya Polsek Playen mulai perhatian dengan pendapat publik. Hal ini dibuktikan dengan hilangnya pamflet yang mengerikan tadi.... Bravo Polsek Playen.

Cerita Ridhan #3


Saya menggagumimu sebagai bentuk keindahan. Sebagai semangat candra mengejar surya. Penikmat buluh perindu di bawah siulan daun kamboja. Aku mengejar langsana Rama. Ingin berbagi dalam kesetiaan, dalam perenungan suci yang mengisi malam-malam kita. Aku menjengukmu sebagai berita yang luar biasa.

Cerita Ridhan #2


Ternyata membaca berita masa lalu itu mengasikkan juga.  Ada banyak kosa kata yang dulu aku toreh untuk sebuah keadaan, untuk mengingat suasana hati yang senang dan bersahabat atau suasana hati yang galau dan biru. Banyak hal yang tidak bisa diulang lagi dan aku merasa bersyukur keadaanku lebih baik sekarang meski banyak tantangan yang harus aku lalui. Saya sadar saya sedang berjuang.

Cerita Ridhan # 1


Ya, saya dalam keadaan yang baik-baik saja sekarang. Cukup dalam hal kesehatan dan kebahagiaan. Hanya saja ada satu hal yang mengendap dalam pikiranku sejak lama. Aku ingin memiliki usaha yang bisa mewadahi kreatifitas aku sekaligus sebagai bentuk pengabdianku kepada masyarakat. Aku juga mau jadi pendidik yang dapat ikut berkontribusi mencerdaskan anak bangsa. Amien ya Allah.

Fenomena 121212


12 Desember 2012

Hari ini adalah tanggal unik dimana orang ramai-ramai menikah, syukuran, jadian, dan seabrek moment yang secara sengaja diciptakan untuk memperingati kecantikan hari ini. Sungguh aku tak ingin bilang bahwa aku merasa dekat karena tendensi. Aku bersahabat karena aku nyaman. Aku memahami bahwa aku tak bisa sendiri melakoni kehidupanku dalam lingkungan yang sering kali membuat keadaan pelik dan rumit. Untuk hal ini aku bisa menganalogikannya sebagai keinginan kecenderungan untuk diterima dan berterima. Love U guys....

Maraknya Kawin Muda


(Catatan setelah pulang kampung yang ternyata kehidupannya banyak berubah)

Gak kerasa ya waktu berjalan sedemikian cepat. Rasanya baru kemarin masuk kuliah, sekarang udah mau ujian semester. Kayaknya baru kemaren minta duit buat bayar kuliah, sekarang udah harus bayar lagi. Woow, gak kerasa juga pertambahan umur yang terlalu mendadak menurutku hehehe.. (kaya ga iklhas hoho peace Tuhan..). Sebenarnya ada satu hal yang buatku miris setelah sekian lama aku tak menengok kampungku. Kawin muda !!!. Fenomena ini bahkan merebak ke generasi yang bisa dikatakan masih cindil-cindil. Bahkan, ada yang harus menunggu tahun depan buat nikah karena pasangan ini dinyatakan secara definitif belum cukup umur tapi udah ditunangkan weleh weleh ...... ngeri juga rasanya ada hal seperti ini terjadi di desa yang sangat aku cintai. Terlebih itu adalah tetanggaku sendiri. Orang tua yang seharusnya memiliki andil untuk mendidik dan membesarkan anak dengan pengarahan-pengarahan yang baik tampaknya menjadi naif dan timpang. Di saat sang anak yang dilanda jatuh cinta, orang tuapun serta merta turut wajib jatuh cinta dengan menyegerakan ke akad perkawinan. Padahal, secara sadar orang tua dan keluarga besarnya serta masyarakat pada umumnya sangat tahu seberapa pantas pasangan ini naik ke meja naib (SANGAT TIDAK PANTAS!!!). 

Bukan hanya dari segi umur, dari segi ekonomi juga kayaknya belum dapat dikatakan matang, secara psikologis takutnya pernikahan ini biduk agar kegalauan masa muda enyah dari hati. Banyak hal yang semestinya dipertimbangkan untuk menikah, tapi tampaknya wargaku lebih menggampangkan segala hal yang pada akhirnya ini akan semakin memperburuk perekonomian bangsa (ehemmm). Bayangin aja cuy, umur belum genep tapi udah dituntut ngidupin istri. Belum lagi kalau anaknya lahir, belum lagi tuntutan sebagai makhluk sosial yang senantiasa harus bermasyarakat. Mahkluk kecil yang nantinya disebut sang suami ini dituntut dewasa meski dari segala hal yang disyaratkan sebagai manusia dewasa belum tampak padanya, kecuali satu: SANGAT MATANG SECARA SEKSUAL (coba-coba dan terbiasa). Pendidikan semakin digencarkan tapi tampaknya moral semakin digadaikan secara terang-terangan. Zaman yang luar biasa edan !!!

Kisah Fico #2


Sejak tulisanku dibaca banyak orang, tiap aku keluar rumah berasa kayak artis. Dilihatin banyak orang, suka disapa “Hai, Kamu Fico itukan? Foto dong” dan seabrek kegenitan yang tiba-tiba menjadi duniaku. Awalnya grogi juga sih ngadepi banyak fans yang selalu minta aneh-aneh. Tapi aku juga punya cerita teraneh sepanjang karirku sebagai seorang penulis. Sepanjang? Emang berapa tahun kamu juga penulis hah? Oh iya maksudku selama tiga bulan sepuluh hari ini (hiks baru sebentar ya). Jadi, saat itu ada seorang nenek-nenek yang membeli gorengan di depan rumah. Selain aku hobi makan tuh gorengan aku juga suka mempertontonkan mukaku di hadapan publik, ya sedikit ngeksis gitulah. Apalagi penjual gorengan depan rumah itu merupakan tempat nongkrong APGJ (Anak Pecinta Gorengan Jogja).
Tau sendiri dong konsekuensinya jika aku nongol di sana, pasti langsung pada rebut minta foto. Sayangnya sore itu masih sepi sehingga hatiku sedikit menciut. Tak apalah aku menghibur diri toh masih ada beberapa cewek yang melirik ke arahku sambil berbisik-bisik dan tertawa. Ah, pasti mereka sedang membicarakanku. Akupun berjalan sedikit tegap dan menebar senyum. Dengan gaya cool aku duduk di seberang nenek-nenek yang duduk di kursi depan penjual gorengan. Nenek itu terus mengamatiku sambil sesekali tersenyum. Akupun membalas senyumnya dengan sedikit meringis (gak ada rotan akarpun jadi hehe).
“Piko, Piko…” nenek itu memanggil dan sambil melambaikan tangan ke arahku.
Tanpa basa-basipun aku mendekat.
“Iya, Nek ada apa?” sapaku sopan.
“Piko, Piko…”
“Iya, Nek saya Fico. Apa yang bisa saya bantu?”
“Ah, Pikooo…Piko,” katanya semakin keras.
“Nenek, saya Ficonya, Nenek mau gimana?” tanyaku mulai bingung.
Nenek itu pun memegang tanganku dan berusaha berdiri. Akupun membantunya. Tiba-tiba dia mendorongku hingga jatuh dan berlari. Aku yang hilang keseimbangan tak dapat lagi memegang tangan nenek itu. Jadi, aku membiarkannya berlari kearah pohon Jambu. Beberapa orang ternyata sudah berkerumun di sana. Kamu tau apa yang terjadi? Seekor anjing tidak bisa turun dari pohon. Kau tahu? Anjing itu namanya Piko!! Hash….
                                                            ***

Kisah Fico #1


Gubrakkkkkk>>>>>>>>>>> (Mungkin sedikit pingsan)
Itu kalimat pertama ketika aku membaca surat bersampul cokelat.  Senang, gembira, speechless, terharu, gak nyangka, semuanya mengharu biru dalam otakku (yang sedang gak bisa mikir). Sangat sulit dipercaya akal sehat (aku mungkin sedang tidak sehat). Di luar dugaan sama sekali. Ini bukan bohong kan??? Itu pertanyaan yang paling logis dan kritis yang keluar dari mulutku (maksudku dalam keadaan yang seperti ini-sangat genting). Mungkin perasaanku ini semacam terapi syok pada pasien jantung. Atau lebih hebatnya lagi sengatan listrik pada pasien lumpuh syaraf.  Sangat menegangkan!!! (kayaknya tidak nyambung ya antara kaget dan menegangkan hehe…)
Baiklah, secara diplomatis saya akan menjelaskan ikhwal pertama kalinya. Ehem, jadi aku e saya maksudnya adalah seseorang yang sangat terobsesi menjadi penulis. Meskipun ini berawal dari kegilaan waktu kecil. Menurut Ibuku, tulisanku (yang bentuknya sangat tidak beraturan) adalah tulisan terbaik yang pernah dilihatnya. Aku masih ingat betul bagaimana ibuku bilang, “Ini bagus banget. Hebat! Tulisan kamu mantap! Kamu pasti akan jadi penulis terkenal” katanya. Sejak saat itu pikiranku cuma satu I’m a good writer!! Kejadian paling berharga itu akhirnya membulatkan tekadku untuk merealisasikannya. Merdeka hu ha!!!
Kembali ke keadaan sekarang, jadi meski sudah berkali-kali ditolak (tentu dengan perasaan sakit), surat ini adalah jawaban dari pertanyaanku selama ini. Tiba-tiba otakku langsung berpikir jika sekian kali sekian eksemplar kali sekian, woooowwwww… aku ternganga membayangkan akan bisa membayar kuliahku sampai lulus, kontrakanku sampai lima tahun kedepan, mengganti sepatuku yang pada mangap-mangap, dan tentunya membeli celana dalam baru. Ini serius? Aku hampir tak percaya ini terjadi padaku. Pada seorang yang selalu dirundung malang dan selalu penuh kesialan.  Ups, tidak-tidak!!! Tentu saja aku tidak bodoh aku hanya sedikit kurang beruntung (lebih tepatnya selalu kurang beruntung). Oh, iya, nama aku Fico pemiersah, bye.

Sepanjang Keindahan Pantai Sepanjang





Wah!!!..., itulah ungkapan pertama ketika tiba di pantai tersebut. Ya, dimana ketenangan, kesejukan, dan kebebasan ditawarkan tanpa syarat. Setelah sebulan penuh berkutat dengan berbagai pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran, tidak ada salahnya Anda mencoba berlibur ke pantai. Jika Anda menginginkan suasana yang berbeda, Anda dapat mengunjungi Pantai Sepanjang di Kabupaten Gunung Kidul. Seperti namanya, pantai ini memanjang ke arah barat. Sebagai pantai yang masih tergolong baru, pantai ini belum banyak dikenal khalayak ramai. Dari mulut ke mulut dan jejaring sosial, pantai ini akhirnya mulai dikenal masyarakat.
Pantai yang mendapat julukan Parangtritis kedua ini, terletak kurang lebih 20 km sebelah selatan kota Wonosari. Tepatnya, pantai ini berada di antara pantai Kukup dann Pantai Drini. Apabila ditempuh dari kota Wonosari kurang lebih memerlukan waktu 30 hingga 40 menit. Jalan masuk pantai ini pun sudah diaspal halus sehingga memudahkan akses masuk ke objek wisata. Meskipun begitu, kondisi kendaraanpun perlu dicek sebelum perjalanan untuk memastikan Anda nyaman dan aman selama perjalanan.
            Di pantai ini Anda akan mendapatkan kepuasaan batin yang tidak biasa. Pasalnya, pengunjung yang masih sepi memungkinkan Anda bebas menghilangkan penat tanpa takut mengganggu orang lain. Di sana Anda dapat berlarian, berteriak, bermain air, atau hanya sekedar duduk-duduk menikmati pemandangan. Angin yang berhembus segar, birunya langit dan pantai yang menyatu dengan cakrawala tampaknya menjadi suasana yang tidak akan habis untuk dinikmati. Ditambah ombak yang tidak terlalu besar memungkinkan Anda sedikit berbasah-basahan.
            Hanya dengan sekali membayar retribusi di TPR dan biaya parker Rp 2000, Anda bisa sepuasnya menelanjangi pantai berpasir putih ini. Keeksotisan pantai air kaca ini tetap menarik baik saat matahari muncul, saat terik matahari maupun saat sore menjelang. Di samping keelokan alamnya yang masih alami, foto sunset dapat Anda curi saat senja. Bahkan, jika beruntung Anda dapat berpose dengan latar belakang sunset dan burung alap-alap. Dijamin Anda tidaka akan kecewa. Akan tetapi Anda perlu khawatir karena keindahan pantai ini senantiasa akan mengundang Anda untuk kembali. Selamat berlibur.

WELCOME FRIENDS !!!

Welcome to my newest blog....
Mari berbagi informasi dan menjalin komunikasi lebih dekat dan lebih akrab. 

JALAN COLOMBO DEPAN UNY BANJIR HEBAT




Pengalaman yang cukup menggelikan dan sekaligus menjengkelkan. Pulang kuliah sore, basah-basahan pula, eh di depan kampus ada banjir melanda. Banjir tingginya sampai sedengkul orang dewasa, udah gitu alirannya deres pula. Ini hal pertama sejak aku kuliah di UNY enam tahun silam. Tentu saja banjir kiriman (yang ternyata berasal dari luapan got) ini membuatku kaget sekaligus ngeri. Tidak hanya itu, karena jalanan tertutup banjir maka para pengendara tidak bisa melihat kondisi fisik jalan secara jelas. Alhasil, motor saya masuk got!!! Untunglah suasana yang ramai sehingga pertolonganpun datang dengan cepat (Thx mas…).
Setelah kejadian itu, aku berpikir bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Mengapa ada banjir yang begitu hebatnya di jalan utama yang notabene ada saluran got dan pohon-pohon tumbuh rindang? Ironisnya lagi, kejadian ini bukan yang pertama. Menurut informasi yang aku terima, hampIr setiap hujan lebat lokasi tersebut banjir. Bahkan, jika keadaan darurat pernah ditutup juga. Woww!!! (Aku geleng-geleng kepala selaku korban).
Ketika peristiwa ini aku ceritakan kepada beberapa orang yang beberapa kali mengalami kejadian serupa mengatakan bahwa banjir tersebut wajar. Wajar? Sekarang keningku lebih berkenyit lagi. Bagaimana bisa? Menurut informasi yang beredar, got-got yang mengarah ke daerah Samirono banyak yang buntet karena sampah-sampah sehingga air tidak bisa melewati got. Oleh karena itu, air yang cerdik inipun memilih meluap dan menggenangi jalanan sehingga arus transportasipun terganggu. Kalau sudah begini, salah siapa? Siapa yang wajib bertanggung jawab? Siapa yang merasakan dampaknya? Apakah masyarkat dan pihak-pihak yang terkait akan tetap diam menlihat kenyataan semacam ini? Sungguh miris.
Inilah sebenarnya potret perilaku masyarakat kita. Tampaknya kesadaran untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya belum membudaya. Ketika musibah menimpa tak banyak yang bisa dilakukan kecuali pasrah. Menurutku, sudah saatnya kita selaku masyarakat lebih menyadari arti kebersihan lingkungan. Selain itu, kita sudah selayaknya saling bekerja sama dan saling mengingatkan, tansah eling lan waspada dalam menjaga lingkungan kita. Harapannya kedepan, kejadian seperti ini dan yang menimpa tidak terulang lagi (Catatan 23 April 2013).