Selasa, 23 Juli 2013

Kolom Pribadi


29 Maret 2013
Ternyata membaca berita masa lalu itu mengasikkan juga.  Ada banyak kosa kata yang dulu aku toreh untuk sebuah keadaan, untuk mengingat suasana hati yang senang dan bersahabat atau suasana hati yang galau dan biru. Banyak hal yang tidak bisa diulang lagi dan aku merasa bersyukur keadaanku lebih baik sekarang meski banyak tantangan yang harus aku lalui. Saya sadar saya sedang berjuang.

15 April 2013
Ya, saya dalam keadaan yang baik-baik saja sekarang. Cukup dalam hal kesehatan dan kebahagiaan. Hanya saja ada satu hal yang mengendap dalam pikiranku sejak lama. Aku ingin memiliki usaha yang bisa mewadahi kreatifitas aku sekaligus sebagai bentuk pengabdianku kepada masyarakat. Aku juga mau jadi pendidik yang dapat ikut berkontribusi mencerdaskan anak bangsa. Amien ya Allah.

10 Juli 2013
Setelah sekian lama tak bertemu, melihatmu membuatku tak bisa berkata apapun. Sama saat pertama kali aku melihatmu lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Engkau masih semenarik dulu (ini bagian yang sama banget ungkapan dalam novelnya Mira W). Lumer pula jantung saat mengekor matamu. Mungkin terlalu cepat, terlalu naïf, dan terlalu sakit. Hanya saja gelombang perasaan itu tiba-tiba datang tak berperi. Tak ada sesak yang menyembul di dada. Perasaan yang tidak seperti dulu memang. Hanya saja gaung itu terasa terdengar samar-samar.

18 Juli 2013
Akhir-akhir ini aku merasakan banyak virus kemalasan yang hinggap di hidupku. Maunya gak ngapa-ngapain, maunya ngerjain hal yang kkurang penting, yang penting sedikit dikeduakan. Sunggguh ini bukanlah hal yang baik, namun aku juga tak bisa mencegahnya. Mengapa semua ini terjadi, rasanya semua terjadi begitu saja. Aku kdang membenci diriku yang terbelenggu dalam ketidahkberdayaan seperti ini. 

Mensiasati Keluhan Harga di Bulan Puasa


Setiap bulan ramadhan masyarakat selalu dihadapkan pada kenyataan musiman yang cukup pelik. Pasalnya, pada  bulan ramadhan biasanya harga-harga kebutuhan pokok akan merangkak naik. Kenaikan ini bukan hanya dipicu kenaikan harga BBM, tetapi sudah semacam menjadi tradisi. Setidaknya satu hal yang disadari adalah bahwa kondisi ini bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat. Hanya saja hal ini tentu menjadi obrolan yang sering dikeluhkan masyarakat.
            Pada dasarnya, masyarakat kita sudah sering dihadapkan pada berbagai kejutan baik yang secara musiman maupun yang dadakan. Namun, tampaknya kejutan semacam ini memang diperlukan agar kita selalau waspada dalam menanggapi dinamika sosial ynag naik turun. Apalagi kejutan ini sudah menjadi musiman, tentu masyarakat juga sudah mempersiapkan mental untuk menghadapinya.
            Menanggapi hal ini, kita jangan gegabah dan mudah terbawa situasi sehingga menjadikan hati bertambah kalut. Malah, di bulan yang penuh berkah ini kita harus semakin memantapkan diri bersandar pada sebuah keyakinan bahwa dalam kesulitan ada kemudahan. Kita jangan hanya mengeluhkan pada harga-harga yang naik tetapi kita bisa melihat hal ini sebagai peluang misalnya dengan berdagang  takjil menu buka puasa. Hal ini tentu malah akan membawa dampak positif yang lebih melegakan. Dengan kata lain, keluhan yang bersifat musiman juga harus ditanggapi dengan tindakan musiman yang kreatif. Selamat berpuasa semoga puasa kali ini mendapatkan keberkahan. Amin.

Dilema PPDB SMP 2013


PPDB SMP menimbulkan kecemasan. Kecemasan ini tidak hanya dirasakan calon peserta didik saja tetapi juga sangat dirasakan orang tua yang anaknya telah lulus SD. Terlebih lagi, orang tua yang anaknya memiliki NIM pas-pasan. Hal ini seolah mengisyaratkan peluang untuk meraih mimpi bersekolah di SMP Negeri hampir tertutup. Orang tua yang anaknya memiliki nilai standar juga khawatir, jangan-jangan posisinya nanti digeser oleh anak lain dan tidak diterima. Di lain pihak, orang tua yang anaknya memiliki NIM tinggi tentu akan lebih santai meskipun tidak mungkin lepas dari kecemasan ini.
Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Selama ini stigma positif sekolah negeri masih menjadi daya tarik yang luar biasa bagi sebagian besar masyarakat. Selain masih dipandang terjangkau dan kualitas yang bagus, memiliki anak yang sekolah di SMP negeri tampaknya juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Bahkan, demi hal tersebut mereka rela kepanasan dan berdesak-desakan saat pendaftaran. Pemandangan ini bukanlah hal yang baru lagi karena terus terjadi dari tahun ke tahun. Mereka selalu memantau perkembangan peringkat yang biasanya ditayang kan oleh pihak sekolah. Tradisi ini tampaknya juga akan terjadi tahun ini mengingat semakin banyaknya anak SD yang lulus tahun ini belum lagi tambahan kuota yang berasal dari luar daerah.
Menanggapi hal ini tentu wajar dan sah-sah saja sebagai orang tua ikut-ikutan cemas tetapi alangkah arifnya apabila kecemasan ini tetap terkontrol sehingga proses PPDB yang sebentar lagi akan berlangsung dapat berjalan lancar. Jangan sampai kecemasan orang tua ini malah membuat orang tua bersikap kasar dan bahkan menyalahkan anak karena tidak memiliki nilai bagus. Anak yang baru lulus SD tentu akan semakin tertekan jika orang tua cenderung memojokkannya. Oleh karena itu, kecemasan orang tua ini selayaknya dapat dikelola secara lebih arif oleh orang tua sehingga anak yang akan menempuh pendidikan di lingkungan yang baru tidak akan merasa terlalu terbebani.