Sabtu, 06 September 2014

Si Rindi Antika




Banyak orang bilang Sepember itu identik dengan kata ceria. Jadi, sah-sah saja kalo bulan September ramai-ramai orang pasang status, ngetwett, pasang PM isinya “September Ceria”. Tapi entah mengapa aku merasa bosan dengan hal itu. Ceriakan gak hanya milik September. Kan gak ada lebel kalo September harus ceria. Hahhahaa… mungkin terkesan wagu tapi kalau aku bilang yang paling ceria ya November, bulan lahirku hehehe… Bukannya gimana-gimana tapi namaku sedikit terinspirasi dari bulan itu sehingga muncul kata Rida(n). Kamu tau gak? N-nya itu kependekan dari November lho kata bapakku hehehe… bapakku lumayan kreatif ya J  Meski nyempil tapi namaku jadi gak pasaran dan sering dikira cowok. Padahal, aku asli tulen wanita bingits J
          Ngobrol-ngobrol soal nama sebenarnya nama asliku mungkin terkesan lebih cewek ya. Kata ibukku (dengan konspirasi bersama bapakku tentu saja) dulu aku mau diberi nama “Rindi” lengkapnya “Rindi Antika”. Cewek sih iya dan sedikit kelihatan imut kali ya hehehe… Kata ibukku, Rindi itu nama tokoh wanita pada film laga. Hahahhahahaaha ternyata simbokku korban televisi juga. Tapi sekali lagi, entahlah.  Nama imut tersebut tidak jadi dilekatkan padaku. Mungkin Tuhan tahu aku tidak terlalu cocok jadi wanita yang dikonsep lembut wkwkwkwk…
Akhirnya, musyawarah kedua pembentukkupun sepakan untuk mengubah Rindi menjadi Ridan. Sedikit kelihatan macho dan energik. Ya anggap saja sedikit mirip. Dan ternyata obsesi kedua orang tuaku mengkultuskan tokoh Rindi Antika tidak selesai ketika aku lahir. Begitu adikku muncul di dunia, tampaknya otak orang tuaku kembali teringat romansa masa lalu. Kalian tahu akhirnya? Adikku jadi korban berikutnya dan sekarang menyandang nama Nurantika! Hahaha aku tak tahu harus tertawa atau jengkel dengan orang tuaku yang memaksa anak-anaknya menjadi tokoh pewayangan dalam laga lama. Bahkan, sampai sekarang cerita Si Rindi Antika ini seperti apa aku gak pernah tahu (dan mungkin mereka juga lupa untuk bercerita)
          Lepas dari semuanya, satu hal yang pasti adalah saya merasa beruntung dipilihkan menggunakan nama Ridan oleh orang tua saya. Tanpa alasan ilusi dan pemaksaan kehendak masa lalu atau keinginan yang terbelenggu, pada akhirnya aku sangat mencintai nama sejarah itu.

Sifat Wanita (2)




Ketika seorang wanita takut kehilangan, dia akan menunjukkan kekuatan bertahan yang lebih dari biasanya. Kekuatan yang ditunjukkan tersebut sering kali terlihat (lebih) garang. Dapat dikatakan hal ini semacam upaya pertahanan diri apabila apa yang dimilikinya terancam. Bentuk pertahanan yang munculpun dapat beraneka ragam baik dalam bentuk yang nyata maupun terselubung. Dalam bentuk nyata, misalnya wanita akan menunjukkan sikap tidak suka, raut muka muram, bahkan tindakan ekstrim seperti menyerang faktor yang dirasa sebagai pencetus. Dalam kondisi yang demikian dapat dipastikan psikis wanita sedang dalam masa unstabil. Dan bagi para laki-laki hal ini merupakan alarm bahwa wanita sedang dalam status waspada.
Dalam kondisi seperti ini, wanita sebenarnya lebih memerlukan perhatian dari sekitar terutama orang-orang yang disayanginya secara lebih intens. Dalam hal ini upaya peredaman perasaan dengan cara yang halus merupakan salah satu langkah yang jitu. Sering kali wanita hanya ingin didengar keluh kesahnya. Berilah kesempatan padanya untuk menjelaskan apa yang dirasakan secara lebih gamblang. Anggap saja ini sebagai usaha menghargai apa yang ada di depan anda. Tak munafik, anda suka jugakan kalau didengarkan? J
Hal ini sedikit berbeda dengan pemikiran laki-laki kebanyakan. Jika menghadapi wanita yang bersikap semacam itu sebagian besar malah menarik diri terlebih dahulu. Ada tipe-tipe tertentu orang yang tidak ingin menimbulkan konflik. Akan tetapi, pada dasarnya konflikkan bukan untuk dihindari tetapi dihadapi bukan? Bahkan, jika menghadapi hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik laki-laki cenderung lebih defensif dan tak jarang mereka menggunakan berbagai macam alibi termasuk berbohong. Dan sekali ini wow!!! Dampak psikis yang dirasakan wanita tentu sangat luar biasa (menyakitkan). Sebaik apapun seorang wanita, dia akan lebih menghargai kebenaran yang diungkapkan lawan bicaranya tanpa perantara. Itulah sebabnya banyak wanita yang bertindak ekstrim ketika mendapati kenyataan yang ada ternyata begitu kelam. So, alangkah lebih baik jika menghadapi kondisi semacam ini para laki-laki dapat bertindak lebih mengayomi bukan sama-sama membabi-buta dengan segala alibi konyolnya.

Nb.ini terlahir dari sisi feminis lho…