Senin, 27 Mei 2013

Kenangan


Suatu Senja (120612)
Sore ini angin bertiup dengan damai. Sepoi mengantarkan harga sebatang rindu menjelang malam. Redup kecerahannya tak dapat menutupi betapa segarnya aku menatap parasmu. Aku merasakan aromamu meniup hidup dan mataku. Lukisan hati yang terbingkai rapi tak perlu aku sebut apa dan untuk siapa. Senja yang luar biasa.

Kecanduan (130612)
Engkau mencelupkan hawa nanar yang menggeliatkan sunyi pecandu subuh. Engkau remukkan hingga diam nafas tanpa kata. Arogansimu sungguh nyata.

Pudar (191012)
Mengawali hari dengan sentuhan kemesraan, agar semua lancar dan merdeka. Aku menemui kuncup kecintaan yang mulai pudar, ini kebiasaan. Maaf, jika aku tak lagi memikirkanmu.

Hampa (031212)
Aku mencintaimu seperti peti mati. Diam dan membeku. Engkau dan aku berbatas. Meski tipis tapi sekatnya menyisakan perasaan yang luar biasa pengap.

Gejolak (210513)
Pasir berseri
Kunciku sendiri sepi
Bertaut bayang-bayang memori pagi
Ingin kuregup jantung berpeluh
Mengaduh aku dalam senyap
Lupa kuakan namamu
Mungkin Aisyah






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar