Jumat, 31 Mei 2013

LANDASAN AKSIOLOGI DALAM PENGEMBANGAN ILMU




Pengkajian terhadap suatu bidang ilmu pengetahuan harus dibangun dari landasan filsafat yang kuat, jelas, terarah, sistematis, berdasarkan norma-norma keilmuan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Filsafat ilmu merupakan kajian yang dilakukan secara mendalam mengenai dasar-dasar ilmu. Menurut Muhadjir (2011:63) filsafat ilmu dibagi menjadi tiga, yaitu: ontologi,  epistemologi, dan aksiologi.
1.    Ontologi
Ontologi membahas tentang hakikat ilmu pengetahuan yaitu membicarakan masalah ada (being) secara komprehensif. Apa yang ingin diketahui oleh ilmu? atau dengan perkataan lain, apakah yang menjadi bidang telaah ilmu tersebut.
2.    Epistemologi
Epistemologi berupaya mencari kebenaran (truth) berdasarkan fakta. Kebenaran dibangun dengan logika dan didahului oleh uji konfirmasi tentang data yang dihimpun. Epistemologi membicarakan tentang bagaimana ilmu pengetahuan itu diperoleh. Landasan epistemologi tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara memperoleh dan menyusun kerangka ilmu pengetahuan.
3.    Aksiologi
Kebenaran aksiologi adalah adalah kebenaran the right dan membangun kebenaran dalam makna the right or wrong. Landasan ini berkaitan dengan bagaimana pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Pada dasarnya ilmu harus digunakan untuk kemaslahatan umat manusia. Ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan dengan menitikberatkan pada kodrat dan martabat manusia. Untuk kepentingan tersebut, pengetahuan ilmiah yang diperoleh disusun dan dipergunakan secara komunal dan universal.
      
A.    Landasan Aksiologi
1.      Pengertian Aksiologi
            Aksiologi berasal dari perkataan axios (Yunani) yang berarti nilai dan logos yang berarti teori (ilmu). Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu axios yang berarti sesuatu yang wajar dan logos yang berarti ilmu. Jadi, dapat dipahami bahwa aksiologi adalah “teori tentang nilai”.  Menurut John sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau sebuah sistem seperti politik, sosial dan agama. Sistem memiliki rancangan  sebagaimana tatanan, rancangan, dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud (Endraswara, 2012:146).
Aksiologi ialah bidang ilmu yang menyelidiki nilai-nilai. Brameld (dalam Endraswara, 2012:148) membagi aksiologi menjadi tiga, yaitu: 1) moral conduct, yaitu tindakan moral yang membentuk disiplin ilmu khusus yaitu etika; 2) esthetic expression, yaitu ekspresi keindahan yang memformulasikan disiplin ilmu estetika; 3) socio-political life, kehidupan sosio-politik yang melahirkan filsafat sosio-politik. Nilai hasil perenungan aksiologis tersebut selanjutnya diuji dan diintegrasikan dalam kehidupan bermasyarakat.


Daftar Pustaka
Suwardi Endraswara. (2012). Filsafat ilmu: konsep, sejarah, dan pengembangan metode ilmiah. Jakarta: PT. Buku Seru.
Noeng Muhadjir. (2011). Filsafat ilmu: ontologi, epistemologi, aksiologi first order, second order & third order of logics dan mixing paradigms implementasi methodologik. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar