Sifat Wanita (2)




Ketika seorang wanita takut kehilangan, dia akan menunjukkan kekuatan bertahan yang lebih dari biasanya. Kekuatan yang ditunjukkan tersebut sering kali terlihat (lebih) garang. Dapat dikatakan hal ini semacam upaya pertahanan diri apabila apa yang dimilikinya terancam. Bentuk pertahanan yang munculpun dapat beraneka ragam baik dalam bentuk yang nyata maupun terselubung. Dalam bentuk nyata, misalnya wanita akan menunjukkan sikap tidak suka, raut muka muram, bahkan tindakan ekstrim seperti menyerang faktor yang dirasa sebagai pencetus. Dalam kondisi yang demikian dapat dipastikan psikis wanita sedang dalam masa unstabil. Dan bagi para laki-laki hal ini merupakan alarm bahwa wanita sedang dalam status waspada.
Dalam kondisi seperti ini, wanita sebenarnya lebih memerlukan perhatian dari sekitar terutama orang-orang yang disayanginya secara lebih intens. Dalam hal ini upaya peredaman perasaan dengan cara yang halus merupakan salah satu langkah yang jitu. Sering kali wanita hanya ingin didengar keluh kesahnya. Berilah kesempatan padanya untuk menjelaskan apa yang dirasakan secara lebih gamblang. Anggap saja ini sebagai usaha menghargai apa yang ada di depan anda. Tak munafik, anda suka jugakan kalau didengarkan? J
Hal ini sedikit berbeda dengan pemikiran laki-laki kebanyakan. Jika menghadapi wanita yang bersikap semacam itu sebagian besar malah menarik diri terlebih dahulu. Ada tipe-tipe tertentu orang yang tidak ingin menimbulkan konflik. Akan tetapi, pada dasarnya konflikkan bukan untuk dihindari tetapi dihadapi bukan? Bahkan, jika menghadapi hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik laki-laki cenderung lebih defensif dan tak jarang mereka menggunakan berbagai macam alibi termasuk berbohong. Dan sekali ini wow!!! Dampak psikis yang dirasakan wanita tentu sangat luar biasa (menyakitkan). Sebaik apapun seorang wanita, dia akan lebih menghargai kebenaran yang diungkapkan lawan bicaranya tanpa perantara. Itulah sebabnya banyak wanita yang bertindak ekstrim ketika mendapati kenyataan yang ada ternyata begitu kelam. So, alangkah lebih baik jika menghadapi kondisi semacam ini para laki-laki dapat bertindak lebih mengayomi bukan sama-sama membabi-buta dengan segala alibi konyolnya.

Nb.ini terlahir dari sisi feminis lho…

Komentar