Selasa, 10 Maret 2015

Pengertian Pendekatan Genre (2)



Andersen (2008:31-33) menjelaskan bahwa genre merupakan bentuk komunikasi yang digunakan orang pada konteks dan situasi tertentu untuk menyempurnakan sesuatu dalam sebuah aktivitas yang rumit. Lebih lanjut, Andersen mengungkapkan bahwa hal yang paling penting diketahui pada genre adalah pembelajaran berbasis genre tidak hanya berfokus pada jenis teks tetapi lebih pada kerumitan aktivitas manusia yang merupakan konsekuensi dari produksi dan penggunaan wacana oleh sarana yang berbeda. Tujuan utama teori genre adalah mengenali dan memahami berbagai jenis teks dan menyempurnakan aktivitas manusia yang berdasarkan produksi dan penggunaan teks.

Hyland (2007:18) menjelaskan bahwa guru yang menggunakan orientasi berbasis genre dalam memberikan instruksi menulis harus memperhatikan subjek isi, proses penyusunan, dan bentuk teks yang disusun. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa menulis merupakan usaha untuk berkomunikasi dengan pembaca. Guru difokuskan untuk mengajarkan bentuk bahasa yang koheren dan memiliki tujuan tertentu kepada siswa. Dengan kata lain, siswa tidak hanya menulis tetapi menulis sesuatu untuk mencapai suatu tujuan yang merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan sesuatu. Sebagai contoh, dalam melakukan kegiatan seperti menceritakan sebuah pengalaman, meminta uang, membuat surat, mendeskripsikan suatu proses, dan sebagainya harus mengikuti kesepakatan sosial pengorganisasian pesan agar pembaca mengenali tujuan penulisan teks tersebut.

Pendekatan genre memandang pentingnya pengembangan tulisan melalui input yang relevan dan terkait dengan konteks, tujuan, dan audien (pembaca). Selain itu, pendekatan ini menekankan dan mendorong siswa untuk menggunakan fitur-fitur linguistik dan struktur pada genre tulisan tertentu. Dengan kata lain, pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mempelajari bagaimana hubungan antara tujuan dan bentuk genre tulisan tertentu seperti yang disusun pada tahap pramenulis, penulisan draf, revisi, dan penyuntingan.

Genre merujuk pada nilai-nilai atau norma kultural yang direalisasikan dalam proses sosial (Mahsun, 2014:3). Dengan demikian, genre dapat didefinisikan sebagai jenis teks yang berfungsi menjadi rujukan agar suatu teks dapat dibuat lebih efektif dari segi ketepatan rujukannya (tujuan sosial), pemilihan dan penyusunan elemen teks, maupun ketepatan dalam penggunaan unsur bahasanya.

2 komentar:

  1. bagus sekali materinya, trimakasih telah membagi ilmunya, insya Alloh bermanfaat untuk diaplikasikan dlm pembelajaran

    BalasHapus
  2. Terima kasih Mbak Eti Suhayati... semoga membantu dalam memperdalam tentang keilmuan genre.

    BalasHapus