Senin, 03 Februari 2014

Refleksi Biru



Nb: Kutulis ini sebagai petanda  penyadaran diri bahwa banyak hal yang sebenarnya nyata tapi belum sempat terpikirkan oleh kita. Sekalipun terpikirkan munkin tidak mendapat titik fokus yang memadai sehingga pengalaman itu hanya menghembus tanpa bekas. Mungkin tidak semuanya dapat terjangkau, setidaknya beberapa hal ini akan mampu mengingatkanku betapa beruntungnya aku berada dan dikelilingi kejadian-kejian yang membuat kehidupanku semakin berwarna (dan kaya tentunya).

Dari novelnya Windy Ariesanty aku belajar bahwa banyak waktu yang ada dalam sebuah perjalanan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menggali pengalaman dan keindahan. Perjalanannya ke beberapa negara di dunia berawal dari mimpi. Suka banget dengan bahasanya yang renyah. Mengalir dan semacam membuat pengalaman rasa yang tak bisa dihindari. Tentang bagaimana merencanakan sebuah perjalanan dengan segala tetek bengek-nya yang tidak mudah. Bagaimana memanage waktu yang ada agar tetap mengikuti jadwal tetapi dapat memperoleh pengalaman yang lebih kaya. Selain itu, bagaimana membangun hubungan dengan orang-orang yang baru, tidak dikenal sebelumnya (lintas negara pula) membuatku merasa wajib mengenal lebih banyak orang. Menjalin pertemanan dengan hangat dan bersahabat. Tentu banyak hal yang dapat dilakukan selama membuat rencana kita sempurna, tapi yang tidak dibenarkan adalah membuat keadaan menjadi lebih rumit. Setelah ngebaca novel ini jiwa itu kembali mencuat. Banyak tempat yang sudah aku agendakan untuk dikunjungi, tinggal menunggu waktu saja.

Dari Mozaik Islam Trans TV bahwa shalat itu merupakan salah satu bentuk ibadah yang berguna untuk menjaga kesehatan karena merupakan petunjuk waktu perubahan metabolisme tubuh. Ternyata shalat dhuhur itu untuk menjaga kesehatan jantung dan alrm untuk beristirahat. Shalat subuh itu untuk membuat paru-paru lebih sehat dan kita tidak malas untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencari nafkah Allah. Selama ini jadwal shalat selalu lebih banyak ngaret dan gak tertibnya, tapi setelah ngliat tayangan ini rasanya aku merasa membodohi diriku sendiri dari jalan Tuhan yang sudah jelas kebenarannya. Ternyata banyak rahasia yang tidak kita ketahui sebelumnya dan itulah fungsinya manusia belajar. Ini salah satu saat aku mengapresiasi acara televisi Indonesia karena kebanyakan yang diputar saat ini lebih banyak yang bersifat guyonan. Ini semacam ngin segar dan memberi pengetahuan.

Dari Rahmat seorang teman terbaikku, aku belajar bagaimana seharusnya memandang masa depan yang belum tahu bagaimana ujungnya. Sering kali obrolan ringan kita menyita banyak waktu. Bahkan, dalam waktu kuliah sekalipun kita tak peduli. Kita bicara tentang masa depan kita masing-masing, rencana masa depan kita, dan apa tindakan kita. Tanpa sadar obrolan harus diakhiri karena terbatasnya waktu meski rasanya banyak hal yang masih terbelit untuk saling diceritakan. Peluang-peluang hidup selalu menjadi topik utama obrolan kita. Sedikit banyak ini adalah hal sangat ingin aku bicarakan dan aku merasa beruntung menemukan partner sebaik kamu. Pelajaran tentang bagaimana menghandle perasaan, berpikir logis dan kritis sering ditekankan karena aku juga merasa sering kebawa perasaan dan hanyut di dalamnya.
Dari Riyani aku belajar ketahanan hidup “hidup itu wang sinawang” yang maksudnya bahwa sering kali kita melihat orang lain kehidupannya lebih sukses daripada kita meskipun kenyataannya kita tidak tahu. Oleh karena itu kita jangan pesimis. Bahwa perjuangan mencari uang itu bukan hal yang mudah, dengan kita bersusah-susah maka kita akan tahu betapa berharganya nilai uang itu tersebut. Sebenarnya aku kurang begitu simpatik dengan hubungan ini karena memang berasal dari komunikasi yang kurang baik. Hanya saja, tetap aku merasa beuntung mendapatkan beberapa hal positif. Betapa aku ingin menyelesaikan semuanya dan seharusnya kamu tidak menghindar saat itu. Penilaian ini mungkin terkesan timbang tapi rasanya sudah sedemikian sesak dan sangat baik rasanya aku tak perlu peduli lagi.