Jumat, 07 Agustus 2015

Museum Sebagai Akses Pendidikan Bagi Generasi Masa Depan

Museum merupakan salah satu aset kekayaan Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari peradapan bangsa. Dapat dikatakan bahwa museumlah saksi hidup yang merekam jejak perjalanan bangsa Indonesia dari zaman dulu hingga sekarang. Di kota tercinta Yogyakarta ini jumlah museum cukup banyak, yaitu sekitar 30-an museum yang hingga saat ini masih eksis. Pengelolaan museum yang profesional merupakan salah satu langkah jitu guna mengoptimalkan pariwisata Yogyakarta di bidang sosial dan cagar budaya. 

Kebutuhan akan keberadaan museum sendiri semakin penting dari tahun ke tahun. Hal ini didasari kenyataan bahwa museum bukan sekedar difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda peninggalan masa lalu tetapi juga merupakan sarana rekreasi, edukasi, dan penelitian bagi khalayak ramai. Bahkan, keberadaan museum sekarang yang telah bertransformasi menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin lebih mengetahui secara intens berbagai benda peninggalan masa lalu.
  
Keberadaan museum harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, tidak terkecuali oleh generasi muda. Oleh karena itu, penyelenggaraan berbagai even seperti kegiatan sosial, kegiatan amal, perlombaan, konser musik, workshop, dan lain sebagainya turut andil dalam mengenalkan museum sebagai aset bangsa yang memiliki nilai bagi masa depan. Hal ini tentu saja menambah komplek fungsi museum di ranah kekuatan sosial masyarakat karena museum bukan sekedar simbol tetapi juga merupakan sarana transfer nilai-nilai seni, pendidikan, moral, dan budaya yang ada di dalam tatanan masyarakat.

Sebagai contoh sederhana, pengunjung dikenalkan pada dunia kemaritiman di Museum Bahari yang mengusung tema dunia kemaritiman Indonesia. Seperti yang kita tahu, nenek moyang bangsa Indonesia adalah para pelaut ulung yang ahli dalam hal menaklukkan ganasnya ombak lautan yang secara implisit membawa pesan semangat juang tinggi dan pantang menyerah. Selain itu, di museum ini masyarakat dapat melihat koleksi benda-benda yang berkaitan dengan kelautan yang dapat meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Tentu kita tidak pernah lupa dengan slogan Javaveva jayamahe yang artinya di laut kita berjaya. Hal ini seakan memberikan pesan kepada generasi penerus untuk terus menjaga kelestarian laut dan mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang.

Berkaitan dengan bidang seni, Museum Affandi sudah tidak asing lagi di telinga. Museum yang didirikan oleh sang maestro ini kental dengan sisi ekspresionis dan romantisnya telah dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia. Tentunya bangsa Indonesia turut berbangga hati memiliki museum yang sekaligus dahulunya merupakan tempat tinggal Affandi yang bernilai seni tinggi. Melalui hasil karya-karya yang dipajang ini para pengunjung dapat menyelami secara lebih detail tentang perjalanan hidup seorang Affandi, nilai kebersahajaan, dan nilai kesederhanaan yang terangkum dalam goresan eksotis sang pelukis. Hal ini tentu membawa pengunjung pada pengalaman-pengalaman batin yang dapat melembutkan hati dan pikiran dalam memandang seni bukan hanya sebagai sebuah objek tetapi sebagai sebuah nilai yang hidup.

Selain dapat menikmati kekayaan dunia maritim bangsa dan indahnya lukisan Affandi, terdapat sebuah museum yang populer karena terletak di pusat kota Yogyakarta, yaitu Museum Benteng Vredeburg. Di museum ini pengunjung dimanjakan oleh berbagai diorama yang mengisahkan tentang perjuangan rakyat Indonesia. Museum ini menyimpan koleksi sejarah perjuangan yang sarat dengan nilai-nilai luhur cinta tanah air dan semangat rela berkorban. Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini, kedua nilai tersebut sangat penting guna membangun karakter agar generasi muda selalu berpegang kepada identitas dan jati diri bangsa.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa museum merupakan perpanjangan tangan ilmu pengetahuan. Terutama fungsi museum sebagai sarana transfer nilai-nilai seni, pendidikan, kekuatan moral, dan budaya bangsa Indonesia yang adi luhung kepada generasi penerus harus tetap berjalan. Di tangan generasi penerus ini, aset-aset bangsa yang tak ternilai harganya diharapkan dapat dioptimalkan sehingga berperan penting dalam menyokong pembentukan karakter dan identitas bangsa Indonesia yang utuh di masa yang akan datang.