Minggu, 15 Desember 2013

Cerita Senja dari Pinggiran Ring Road (Mbah Somo)



Hidup dalam kesendirian hampir setengah abad tak menyurutkan semangat seorang nenek untuk bekerja. Kuawali cerita ini ketika beberapa hari yang lalu kami mengunjungi beliau, seorang wanita hebat yang bertahan dalam kesederhanaannya. Senja itu seulas senyuman menyambut kedatangan kami di rumahnya di Bantul. Suasana memang cukup redup, seredup hati kami yang hampir tak bisa mengucap melihat ketabahannya di usia renta.
Tak ada saudara yang diajak berbagi keluh kesah, tak ada suami sekedar pengurai resah karena Tuhan telah menjemputnya, tak ada anak yang seharusnya sedia merawat dan menyayanginya (Sekali lagi kita lebih beruntung dalam hal ini). Meski rambut tlah diputihkan usia, tekad sang nenek untuk mencari nafkah sangat besar. Nenek ini bersedia memutari rumah-rumah tetangga untuk mengambil daun pisang dan menjualkannya. Uang hasil penjualan daun pisang inipun masih harus dibagi dua dengan yang punya pohon (Hasilnya tidak seberapa, sekedar untuk membeli nasi dan menopang hidup yang entah tahan berapa hari). Kamu tahu teman? Inilah perjuangan.
Ya, aku akan mengatakannya padamu. Namanya Mbah Somo. Rumah yang berdinding terpal biru tanpa ventilasi itu tampaknya menjadi temannya yang setia. Lantai tanah yang selalu basah sudah bukanlah hal baru bagi wanita 80 tahun ini. Entah dari mana air berasal hingga membuat lantai rumah ini begitu lembab. Belum lagi genting yang terbuat dari seng yang sudah banyak yang bocor larut dimakan usia. Kondisi ini diperparah dengan gelapnya ruangan yang terbagi menjadi dua sekat dengan penerangan lampu 5 watt. Dapur yang sekaligus merangkap kandang ayam dan kamar tidur yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang (yang tidak seberapa). Ironisnya lagi, ketika kita membuka pintu hal pertama yang akan kita saksikan adalah kandang kambing di sisi kiri depan rumahnya. Bahkan, rumah terpal yang ditempatinya menempel pada dinding belas kasih keponakannya.
Potret ini mungkin hanyalah salah satu dari sekian wanita hebat yang ditunjukkan Tuhan kepada kita agar kita senantiasa belajar. Bukan hanya sekedar melihat dan bersimpati tetapi menunjukkan empati dalam berbagai bentuk kasih sayang.
Bagi sebagian  orang, pemandangan di atas mungkin hal biasa, lumrah, dan tidak perlu dirisaukan. Tetapi melihat kenyataan seperti ini akankah kita berdiam diri??? Sementara di banyak sisi kita masih memiliki materi, waktu, dan teman untuk berbagi??? Mengapa kita tidak menyisihkan sedikit kesempatan untuk meringankan beban Mbah Somo???
Setiap orang tentu selalu berharap pada masa depan baik dan inilah saat yang terbaik untuk kembali mengukir senyum bersama. Rapatkan barisan, genggam, dan ulurkan tangan karena aku yakin tangan kita masih cukup mampu untuk merengkuhnya.

Selasa, 10 Desember 2013

Mengejar Tanggal Unik Banyak Gelar Momen Istimewa




Penghujung tahun 2013 banyak memiliki tanggal unik.  Tanggal-tanggal tersebut antara lain: 111213, 131213, dan 311213. Susunan angka yang istimwea ini membuat banyak orang menasbihkan hari-hari tersebut sebagai hari penting. Banyak momen yang dilaksanakan pada hari tersebut seperti resepsi, lamaran, tunangan, kelahiran anak, dan sebagainya. Setidaknya, terdapat tiga alasan yang mendasari mengapa banyak orang memilih tanggal tersebut sebagai waktu penyelenggaraan momen bahagia. Pertama, tanggal cantik mudah diingat. Tanggal yang indah tentu akan lebih mudah bagi siapapun untuk mengenang momen tersebut.  Kedua, tanggal cantik dipercaya membawa hoki. Tampaknya ungkapan tanggal baik rejeki baik sudah melekat pada sebagian besar masyarakat. Tanggal baik dianggap dapat membawa keberuntungan. Ketiga, adanya konsepsi umum bahwa tanggal unik selalu membawa kesan istimewa. Apalagi tanggal-tanggal tersebut tidak akan terulang lagi. Oleh karena itu, hal yang wajar banyak orang berlomba-lomba mengabadikannya dalam sebuah momen istimewa. Yang jelas, setiap orang pasti memiliki alasan yang kuat untuk menentukan hidupnya termasuk menyelenggarakan momen istimewa tersebut. Dapat dikatakan bahwa tanggal-tanggal unik sepertinya tidak pernah kehilangan eksistensinya di mata masyarakat. Semoga kita senantiasa dilimpahi usia yang berkah sehingga dapat mengukir banyak kenangan manis. Amiin.

Senin, 18 November 2013

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN BERDASARKAN PENDEKATAN GENRE BAGI SISWA KELAS VIII SMP

Ini adalah salah petikan singkat calon tesis aku yang lagi digarap, mohon dukungannya ya teman-teman.



Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan materi pokok pada semua jenjang pendidikan. Pembelajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Selanjutnya, dinyatakan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia memiliki standar kompetensi, yaitu: 1) mengharapkan masyarakat dan orang tua dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah; 2) daerah dapat menentukan bahan, sumber belajar kebahasaan, kesastraan sesuai dengan kondisi, dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional. Dengan kata lain, pada dasarnya keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sinergi berbagai pihak baik itu siswa dan guru sebagai elemen pokok serta ditunjang orang tua, masyarakat, dan pemerintah setempat sebagai penentu kebijakan pendidikan.
Kemampuan berbahasa seseorang tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan berbahasa secara lisan tetapi juga kemampuan berbahasa tulis. Kegiatan menulis merupakan kegiatan menyalurkan ide atau gagasan ke dalam bentuk tulisan. Melalui kegiatan menulis, seseorang dapat melakukan komunikasi sekaligus memperkaya pengalaman dan pengetahuannya.
Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia pada tingkat sekolah menengah dimaksudkan agar siswa mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang wajib dikuasai oleh siswa di samping tiga keterampilan lain seperti membaca, berbicara, dan menyimak. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan ini menjadi hal yang mutlak bagi siswa. Dengan memiliki kemampuan menulis yang baik maka seorang siswa dapat mengorganisasikan berbagai pokok pikiran gagasannya dalam sebuah wacana yang utuh sehingga orang lain dapat memahaminya dengan mudah. Selain itu, kemampuan menulis yang baik akan mendukung dalam penguasaan bidang ilmu-ilmu yang lain.
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan ekspresi dalam bentuk tulisan. Dapat dikatakan bahwa menulis merupakan keterampilan terintegrasi yang memerlukan ketelitian, kemampuan mengonstruksi kalimat yang logis, dan pemilihan diksi yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan penguasaan dan pengetahun tentang tata bahasa agar dapat menggunakan perangkat bahasa yang lebih efektif.
Kegiatan menulis dalam dunia pendidikan akan memudahkan  siswa berpikir kritis dan memudahkan dalam merasakan, menikmati hubungan, memperdalam daya persepsi, memecahkan masalah yang dihadapi, dan menyusun urutan pengalaman. Tulisan membantu siswa untuk menjelaskan urutan pemikiran-pemikiran yang ada di dalam otaknya.
Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Semester I adalah menulis laporan. Laporan yang dimaksudkan ini dapat berasal dari berbagai sumber baik itu wawancara, jurnal, dokumen, foto, dan lain sebagainya. Harapannya, siswa dapat menulis sebuah laporan yang baik dan benar ditinjau dari segi tata bahasanya dan berbobot ditinjau dari segi isinya. Hanya saja, hal ini bukanlah hal yang mudah tanpa didukung penguasaan materi, tersedianya media pembelajaran, peran guru, dan keresponsifan siswa sendiri terhadap pembelajaran.
Fenomena yang sering kali dilihat adalah siswa menyepelekan keterampilan menulis sebagai pembelajaran yang kurang penting. Padahal, kegiatan ini memiliki fungsi untuk menyeimbangkan pola pikir otak dan motorik pada siswa serta melatih kecermatan. Salah satu hal yang harus dicermati misalnya dalam kegiatan menulis unsur kebahasaan. Hal ini dikarenakan menulis merupakan  bentuk penggunaan bahasa yang aktif produktif. Oleh karena itu, kegiatan menulis perlu mendapat perhatian dalam kegiatan pembelajaran bahasa. 

Salah satu keuntungan kegiatan menulis adalah waktu yang dimiliki untuk berpikir lebih banyak baik dalam mencari ide, memilih kata, merevisi, memikirkan kembali, menyusunnya, dan memikirkan efek bagi pembaca. Menulis memberikan kemungkinan untuk mengungkapkan apa yang kita maksud secara lebih mendalam. Dengan kata lain, menulis dapat digunakan sebagai sarana untuk mengukur bagaimana pola pikir seseorang. Siswa yang dapat menulis laporan dengan sistematis dapat dikatakan memiliki kemampuan berpikir yang sistematis pula.

Celoteh Saat Malam



Kutulis ini sebagai petanda  penyadaran diri bahwa banyak hal yang sebenarnya nyata tapi belum sempat terpikirkan oleh kita. Sekalipun terpikirkan munkin tidak mendapat titik fokus yang memadai sehingga pengalaman itu hanya menghembus tanpa bekas. Mungkin tidak semuanya dapat terjangkau, setidaknya beberapa hal ini akan mampu mengingatkanku betapa beruntungnya aku berada dan dikelilingi kejadian-kejian yang membuat kehidupanku semakin berwarna (dan kaya tentunya).
Dari novelnya Windy Ariesanty aku belajar bahwa banyak waktu yang ada dalam sebuah perjalanan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menggali pengalaman dan keindahan. Perjalanannya ke beberapa negara di dunia berawal dari mimpi. Suka banget dengan bahasanya yang renyah. Mengalir dan semacam membuat pengalaman rasa yang tak bisa dihindari. Tentang bagaimana merencanakan sebuah perjalanan dengan segala tetek bengek-nya yang tidak mudah. Bagaimana memanage waktu yang ada agar tetap mengikuti jadwal tetapi dapat memperoleh pengalaman yang lebih kaya. Selain itu, bagaimana membangun hubungan dengan orang-orang yang baru, tidak dikenal sebelumnya (lintas negara pula) membuatku merasa wajib mengenal lebih banyak orang. Menjalin pertemanan dengan hangat dan bersahabat. Tentu banyak hal yang dapat dilakukan selama membuat rencana kita sempurna, tapi yang tidak dibenarkan adalah membuat keadaan menjadi lebih rumit. Setelah ngebaca novel ini jiwa itu kembali mencuat. Banyak tempat yang sudah aku agendakan untuk dikunjungi, tinggal menunggu waktu saja.

Dari Mozaik Islam Trans TV bahwa shalat itu merupakan salah satu bentuk ibadah yang berguna untuk menjaga kesehatan karena merupakan petunjuk waktu perubahan metabolisme tubuh. Ternyata shalat dhuhur itu untuk menjaga kesehatan jantung dan alrm untuk beristirahat. Shalat subuh itu untuk membuat paru-paru lebih sehat dan kita tidak malas untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencari nafkah Allah. Selama ini jadwal shalat selalu lebih banyak ngaret dan gak tertibnya, tapi setelah ngliat tayangan ini rasanya aku merasa membodohi diriku sendiri dari jalan Tuhan yang sudah jelas kebenarannya. Ternyata banyak rahasia yang tidak kita ketahui sebelumnya dan itulah fungsinya manusia belajar. Ini salah satu saat aku mengapresiasi acara televisi Indonesia karena kebanyakan yang diputar saat ini lebih banyak yang bersifat guyonan. Ini semacam ngin segar dan memberi pengetahuan.

Dari Rahmat seorang teman terbaikku, aku belajar bagaimana seharusnya memandang masa depan yang belum tahu bagaimana ujungnya. Sering kali obrolan ringan kita menyita banyak waktu. Bahkan, dalam waktu kuliah sekalipun kita tak peduli. Kita bicara tentang masa depan kita masing-masing, rencana masa depan kita, dan apa tindakan kita. Tanpa sadar obrolan harus diakhiri karena terbatasnya waktu meski rasanya banyak hal yang masih terbelit untuk saling diceritakan. Peluang-peluang hidup selalu menjadi topik utama obrolan kita. Sedikit banyak ini adalah hal sangat ingin aku bicarakan dan aku merasa beruntung menemukan partner sebaik kamu. Pelajaran tentang bagaimana menghandle perasaan, berpikir logis dan kritis sering ditekankan karena aku juga merasa sering kebawa perasaan dan hanyut di dalamnya.